Sriwijaya kirim formulir kosong

VIVAnews - Sriwijaya FC mengambil langkah yang tidak biasa menjelang Kongres PSSI yang bakal berlangsung 19 Maret 2011 di Bintan. Mereka belum mengisi formulir resmi siapa yang bakal mereka dukung di Kongres nanti.

Malah, klub berjuluk Laskar Wong Kito itu mengembalikan formulir dukungan kosong ke PSSI. "Ada klub yang mengembalikan formulir dengan nama yang dicalonkan kosong, salah satunya Sriwijaya FC. Ada juga tim Divisi 1 dan Divisi 2, tapi yang saya ingat hanya Sriwijaya," kata Gusti Randa sebagai juru bicara tim Verifikasi di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 11 Februari 2011.

Pihak Laskar Wong Kito pun menyatakan kebenaran pernyataan ini. Menurut Hendri Zainuddin sebagai Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), keputusan ini diambil oleh Presiden Klub Dodi Reza Alex Noerdin. Keputusan itu pun sudah disetujui para anggota lain.

"Benar, kami mengembalikan formulir kosong karena kita masih menunggu siapa yang jadi calon," kata Hendri yang mengaku sudah tahu siapa saja bakal calon Ketua Umum PSSI 2011-2015.

"Kita menunggu visi-misi mereka, kita juga lihat bagaimana keseriusan mereka dengan klub dan Pengda (Pengurus Daerah)," katanya lagi.

Saat ini bakal calon PSSI terdiri dari empat orang. Termasuk calon incumbent Nurdin Halid, Kepala Staf Angkatan Darat George Toisutta, serta dua pengusaha Arifin Panigoro, dan Nirwan Bakrie. Namun, kata Hendri, hingga saat ini selain Nurdin Halid tak ada calon yang menjalin komunikasi dengan Sriwijaya.

Dengan demikian sulit menentukan keseriusan calon-calon selain Nurdin."Kalau memang tidak meyakinkan ya kami pilih yang lama," kata Hendri memberi rujukan pada Ketua lama, Nurdin Halid.

"Harapan kami agar mereka yang terpilih bisa memajukan persepakbolaan Indonesia," ujar Hendri lagi.

• VIVAnews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mubarak turun, israel takut mesir

VIVAnews - Desakan bagi Presiden Mesir, Hosni Mubarak, untuk segera mengundurkan diri terus bermunculan, termasuk dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Sebaliknya, Israel minta masyarakat internasional agar memberi waktu bagi Mesir untuk menjalani transisi kekuasaan sehingga negeri itu tidak sampai dikuasai "kaum ekstremis" bila Mubarak tidak lagi berkuasa.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, seperti dilansir stasiun berita ABC News, Jumat, 11 Februari 2011. Barak mengatakan, boleh saja dunia mendorong perubahan di Mesir, namun harus memberi kelonggaran bagi pemerintah setempat untuk merencanakan semuanya, agar negara itu tidak dikuasai kelompok ekstremis.

“Seharusnya peran dunia adalah dengan jujur mengatakan kepada rakyat Mesir: Kami siap berdiri di belakang kalian, jika kalian bergerak dengan konkrit dan koheren menuju perubahan,” ujar Barak.

Mantan perdana menteri Israel itu juga mengatakan bahwa desakan Mubarak untuk mundur adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Mubarak turun segera, maka ekstremis akan segera mengambil alih pemerintahan.

Menurut Barak, kelompok yang patut diwaspadai adalah Ikhwanul Muslimin. Dinyatakan terlarang oleh rezim Mubarak, Barak mengakui kelompok ini populer di Mesir. “Pemenang pemilu pada jangka pendek, sebut saja dalam 90 hari, pastilah Ikhwanul Muslimin,” ujar Barak.

Setelah pidato Mubarak pada Kamis malam, reaksi dari masyarakat internasional berdatangan. Diantaranya adalah dari Presiden AS Barack Obama yang mengatakan pemerintah Mesir tidak tulus dalam melapangkan jalan menuju demokrasi. Seharusnya, ujar Barak, masyarakat internasional paham bahwa Mesir butuh waktu.

“Pesan untuk Mesir dari masyarakat internasional seharusnya: Kami menghargai usaha kalian untuk mencegah negara jatuh ke tangah ekstremis. Kami mengerti jika kalian butuh waktu lagi,” ujar Barak.

Sebelumnya, Israel telah menyerukan AS dan beberapa sekutu lainnya untuk tidak melayangkan kritik keras terhadap Mubarak. Israel takut kosongnya kekuasaan di Mesir akan memperkuat jaringan terorisme yang akan mengancam negaranya.
Di Timur Tengah, Israel menganggap Mesir sebagai sahabat. Jika Mesir mengubah dukungannya terhadap Israel setelah tidak lagi diperintah Mubarak, maka negara Zionis ini akan sendirian di kawasan Timur Tengah tanpa sekutu. (kd)


• VIVAnews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
ISL : Arema 4:0 Persiwa,Bontang 1-3 Persija, Persisam 2:0 PSPS